Sejarah Megapolitan

Megapolitan hadir dalam kancah bisnis property karena adanya perpaduan kekuatan dari 2 sosok para pendirinya. Sudjono adalah sosok pengusaha yang memiliki intuisi yang tajam, risk taking, dan negosiator handal merupakan pasangan yang klop untuk Melani yang menjadi sosok wanita penuh inspirasi, otodidak ulung, dan memiliki kemampuan manajerial alami. Belum lagi keduanya juga memiliki sifat yang sangat menonjol yaitu ulet, disiplin, dan pekerja keras.

Langkah kelompok usaha ini berawal dari menjadi agent pemasaran property, bidang yang pada 1976 menjadi lahan usaha resmi yang belum dilirik orang, alhasil PT Megapolitan Development Corporation (MDC) adalah property agent pertama dan satu-satunya yang resmi menyandang status badan usaha pada kala itu. Karena kebanyakkan "property agen" adalah perorangan yang lebih dikenal dengan istilah "calo"

Profesionalisme senantiasa menjiwai setiap geliat usaha para pendiri Megapolitan Ambil saja satu contoh, karena menjadi badan usaha property agent pertama maka tak banyak bahkan nyaris tak ada sumber bagi mereka untuk menimba ilmu soal jual-beli property, bukan saja learning by doing mereka malah "menciptakan" buku panduan membeli peroperty untuk memudahkan calon konsumen mereka. "Buku pintar" tersebut berisi peta Jakarta lengkap dengan informasi tentang lokasi-lokasi pengembangan property yang dijual, seperti jarak tempuh, kondisi lahan, luasan proyek, fasilitas, type bangunan, harga jual, foto-foto dan sebagainya. Bukan saja dahaga informasi calon konsumennya yang terpuaskan, bagi para developer yang mereka jualkan tanahnya pun Sudjono dan Melani juga memberikan informasi tentang keunggulan atau nilai jual proyek mereka dibanding pesaing, perbandingan harga jual dan sebagainya. Banyaknya pihak yang terpuaskan, tak heran jika kesuksesan menjadi buah manis usaha mereka.

Intuisi yang tajam yang merupakan bakat alamiah seorang pengusaha sukses juga mewarnai langkah usaha mereka. Sebagai misal, meski baru memulai usaha mereka tak gentar memilih lokasi kantor pemasaran di sebuah gedung baru, pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Pusat. Pertimbangan mereka sederhana, bahwa di lokasi tersebut terdapat sebuah restaurant yang cukup luas yang dapat dipergunakan sebagai ruang resepsi pernikahan, sehingga praktis setiap akhir pekan tempat tersebut padat oleh tamu undangan. Tapi kesederhanaan pemikiran mereka ini adalah wujud ketajaman intuisi.

Kunci sukses sebuah usaha broker selalu tak lepas dari kepuasan dua belah pihak, yaitu konsumen dan prosuden. Ini semua membutuhkan kejujuran dan komitmen yang tinggi. Terbukti dari banyaknya konsumen yang membeli kavling dari mereka meminta dibuatkan gambar sekaligus membangunkan rumah mereka. Pembangunan rumah atau ruko adalah sebuah proses panjang yang sangat rawan dengan kecurangan, mulai dari mark up harga bahan bangunan sampai komposisi bahan yang tidak sesuai pakem. Namun kualitas bangunan yang mereka hasilkan selalu tepat janji.

Berjalannya waktu membuat mereka sadar bahwa bidang usaha "broker" yang ditangani MDC tak mampu menampung besarnya mimpi dan hasrat kedua pasangan ini. Tak pelak setelah 3 tahun menyelami seluk beluk bisnis property serta adanya kesempatan yang dianugrahkan oleh Tuhan maka pada 1979 untuk pertama kalinya MDC memproklamirkan diri menjadi pengembang.

Diawali dari 55 hektar lahan di Cinere dengan total nilai proyek Rp. 2,75 milyar mereka mulai menapaki bisnis developer. Sukses selalu diukur dengan tumbuh dan berkembangnya usaha tersebut, begitu juga dengan Megapolitan dan para foundernya, Sudjono dan Melani. Mereka tak hanya puas dengan "ilmu" yang mereka peroleh dari pengalaman atau learning by doing, meski mereka kian piawai dari A sampai Z urusan developer, dari pemilihan lahan sampai pemasaran, dari cangkul sampai buldoser, dari komposisi bahan bangunan sampai lapisan aspal jalanan, dari desain rumah sampai desain masterplan. Mereka tetap terus belajar, mulai dari buku, berbagi pengalaman dengan sesama kolega, sampai belajar di lembaga pendidikan resmi internasional mereka jalani, hanya untuk semakin memantapkan jejak langkah dan meningkatkan profesionalisme mereka di dunia pengembangan kawasan hunian dan komersial.