Tunjuk Dua Anggota Direksi Baru, Megapolitan Developments Bagikan Dividen

Jakarta,(24/06) – Pemegang Saham PT Megapolitan Developments Tbk menyetujui usulan manajemen perseroan untuk membagikan dividen senilai Rp6,7 miliar atau Rp2 per saham. Nilai dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 11 persen dari total perolehan laba bersih yang dibukukan perseroan tahun 2015 sebesar Rp59,8 miliar.

 

Rencana pembagian dividen ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Perseroan yang dilaksanakan di Jakarta, 24 Juni 2016. Sisa laba bersih perseroan akan dialokasikan sebesar Rp53,1 miliar sebagai cadangan Perseroan. Pada RUPS tersebut pemegang saham juga menyetujui laporan keuangan tahunan, pengesahan neraca, dan perhitungan laba rugi perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2015.

 

Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Barbara Angela Barak Rimba yang selama ini menjabat sebagai Direktur Perseroan menjadi anggota Dewan Komisaris. Dalam RUPS ini, Perseroan menambah dua anggota jajaran direksi dengan mengangkat Ronald Wihardja sebagai Direktur Perseroan dan Radian Wena Wahyudi sebagai Direktur Independen Perseroan. Dengan adanya penambahan tersebut, maka jumlah direksi perseroan menjadi lima orang dengan susunan sebagai berikut: Lora Melani Lowas Barak Rimba sebagai Direktur Utama, Sentosa Budiman sebagai Direktur, Ronald Wihardja sebagai Direktur, dan dua Direktur Independen yaitu Fanny S. Sutanto dan Radian Wena Wahyudi. Demikian juga dengan jumlah dewan komisaris perseroan menjadi lima orang dengan susunan sebagai berikut: Sudjono Barak Rimba sebagai Komisaris Utama, Jennifer Barak Rimba sebagai Komisaris, Barbara Angela Barak Rimba sebagai Komisaris, dan dua komisaris Independen yaitu Hongisisilia dan Drs. Anton Bachrul Alam.

 

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan Megapolitan, Fanny S. Sutanto menyatakan bahwa secara umum Perseroan berhasil mengeksekusi sejumlah strategi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan usaha. Perseroan berfokus pada kegiatan usaha utama yaitu pengembangan properti dan real estat untuk mempertahankan tren pertumbuhan perusahaan kendati kondisi ekonomi nasional cukup berat.

 

Manajemen Megapolitan berkomitmen untuk selalu meningkatkan nilai perseroan dan nilai pemegang saham dengan menjaga tingkat pertumbuhan usaha. Tujuan tersebut diwujudkan dengan meningkatkan kinerja usaha perseroan baik secara keuangan maupun operasional.

 

“Kondisi ekonomi nasional sepanjang 2015 merupakan salah satu tantangan yang cukup berat bagi pelaku industri properti. Tetapi berhasil menjaga kinerja perusahaan dengan baik melalui penerapan strategi pengembangan dan pemasaran yang tepat” jelas Fanny, usai penyelenggaraan RUPS.

 

Megapolitan pada tahun ini merencanakan untuk meluncurkan sejumlah proyek baru di Cinere. Proyek-proyek tersebut antara lain meliputi pengembangan kawasan terpadu, proyek hunian vertikal, hunian tapak, dan komersial.

 

Proyek pengembangan Megapolitan saat ini tersebar di wilayah Jakarta, Cinere, Karawaci, dan Sentul – Bogor. Proyek-proyek tersebut dibagi dalam empat segmen usaha utama perseroan yaitu pengembangan superblok, hunian vertikal (apartemen), hunian tapak, dan komersial.

 

Segmen komersial merupakan segmen properti investasi yang memberikan pendapatan berkelanjutan (recurring income) bagi Perseroan. Proyek-proyek yang termasuk dalam segmen ini adalah pusat perbelanjaan seperti Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall.

 

Ronald Wihardja, Direktur Megapolitan mengungkapkan perkembangan perseroan ke depan akan ditentukan dari pengembangan-pengembangan skala besar dan jangka panjang serta sektor pengembangan yang memberikan kontribusi pendapatan berkelanjutan.

 

“Untuk menjaga pertumbuhan usaha, Perseroan berkomitmen meningkatkan sektor pendapatan berkelanjutan.  Penyelesaian proyek kawasan superblok terpadu Vivo Sentul di Sentul-Bogor tahun ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan,” ungkap Ronald.

 

Proyek lain yang diproyeksikan memberikan kontribusi pendapatan berkelanjutan yang signifikan bagi perseroan adalah pengembangan apartemen Cinere Terrace Suites di kawasan Centro Cinere yang telah memulai tahap pembangunan.

 

Ronald mengungkapkan pihaknya menyiapkan belanja modal atau capex sebesar Rp500 miliar untuk pembiayaan pengembangan proyek-proyek perseroan tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebagian besar anggaran belanja modal dialokasikan untuk biaya konstruksi proyek.