Laba Megapolitan Developments 2015 meningkat 35%

Jakarta, 30/03 – Salah satu pengembang properti terkemuka nasional PT Megapolitan Developments Tbk berhasil mempertahankan pertumbuhan laba kinerja keuangan di tahun 2015. Peningkatan hasil kinerja keuangan tersebut terutama ditopang hasil ekspansi proyek-proyek yang sudah berjalan maupun pengembangan proyek baru di tahun 2015.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2015 yang dikeluarkan perusahaan, Megapolitan mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp61,2 miliar atau naik 35 persen dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp45 miliar. Selain itu, Megapolitan membukukan pencapaian penjualan sebesar Rp325,3 miliar, meningkat 4 persen dibandingkan perolehan tahun 2014 yang mencapai Rp311,2 miliar.

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan Megapolitan, Fanny S. Sutanto mengatakan meskipun kondisi perekenomian nasional tahun 2015 mengalami perlambatan namun perusahaan berhasil mengeksekusi sejumlah strategi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan usaha.

“Kondisi ekonomi nasional sepanjang 2015 merupakan salah satu tantangan yang cukup berat bagi pelaku industri properti. Tetapi berhasil menjaga kinerja perusahaan dengan baik melalui penerapan strategi pengembangan dan pemasaran yang tepat,” ujar Fanny.

Di tahun 2015, Megapolitan melakukan sejumlah pengembangan lanjutan di kawasan superblok terpadu yang terletak di Cinere yaitu Centro Cinere. Pengembangan yang dilakukan di kawasan ini diantaranya hunian Cinere One Residence, Cinere Park View, apartemen Cinere Terrace Suite serta komplek ruko Cinere Terrace Commercial. Selain itu, Megapolitan juga meluncurkan proyek baru yaitu Vivo Sentul.

Proyek Vivo Sentul diluncurkan dengan konsep kawasan superblok yang mendukung kebutuhan masyarakat perkotaan dan terintegrasi dengan fasilitas hunian, pusat perbelanjaan, komersial, kuliner, serta hiburan terbesar dan terlengkap di Sentul, Bogor.

Menurut Fanny dengan adanya Vivo Sentul, Perseroan mampu mengantisipasi perubahan pasar. “kami melihat pertumbuhan Bogor menjadi salah satu alasan untuk meluncurkan proyek Vivo Sentul. Bogor memiliki permintaan yang besar untuk tempat usaha, namun permintaan tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas kawasan superblok. Peluncuran Vivo Sentul merupakan produk pengembangan yang tepat”, ungkapnya.

Berdasarkan kontribusi, pendapatan Megapolitan didapat dari pengembangan (development income) yang memberikan kontribusi sebesar Rp234,3miliar atau hampir 70 persen dari seluruh pendapatan sedangkan pendapatan berkelanjutan (recurring income) memberikan kontribusi sebesar Rp 90,9 miliar atau sekitar 30 persen.

Kontribusi pendapatan berkelanjutan berasal dua pusat perbelanjaan yang dimiliki oleh Perseroan yakni Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall serta ritel di apartemen Habitat @Karawaci.

“Kami akan terus meningkatkan kontribusi dari pendapatan berkelanjutan seiring selesainya pembangunan kawasan superblok terpadu Vivo Sentul yang memiliki pusat perbelanjaan serta ritel apartemen di Cinere yang dikembangkan oleh perusahaan. Proyek-proyek tersebut akan akan memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan berkelanjutan perusahaan di masa depan,” jelasnya lebih lanjut.

Megapolitan Developments saat ini memiliki cadangan tanah (land bank) sekitar 350 hektar yang tersebar di wilayah Cinere, Bogor, dan Karawaci. Untuk di wilayah Bogor, Perseroan berencana untuk mengembangkan sebuah kota mandiri yang mengusung konsep green living.

 

Proyek Baru di Cinere - Depok

Tahun ini, Megapolitan menyiapkan empat proyek terbaru yang akan diluncurkan. Keempat proyek tersebut berada di Cinere, Depok antara lain dua hunian tapak dan dua hunian vertikal. Keempat proyek tersebut dikembangkan berkesinambungan dengan pengembangan kawasan Centro Cinere seluas 15 hektar yang dikembangkan oleh perusahaan sejak tahun 2014. Centro Cinere merupakan proyek kawasan mixed used superblok terpadu yang mengusung konsep gaya hidup modern, bisnis, kuliner, dan hiburan.