Gelar Pameran Pesona Etnik Indonesia Karya 70 Desainer di Cinere Bellevue Mall

Angkat Warisan Kain Nusantara Komunitas Desainer Etnik Indonesia dan Cinere Bellevue Mall Gelar Pameran Busana Pesona Etnik Indonesia Karya 70 Desainer Etnik Terkenal Indonesia

Jakarta, (08/03) – Dunia fashion atau busana Indonesia terbagi dalam tiga kategori yaitu busana konvensional atau yang lebih mengarah pada barat, busana muslim yang mengilhami dan mengangkat kaedah Islami, serta busana etnik yang berbasis budaya lokal. Hal ini menunjukkan potensi dunia fashion sangatlah luar biasa dan sangat besar serta sangat menjanjikan. Sayangnya dalam perkembangannya Indonesia sampai saat ini belum mampu menciptakan apa yang disebut fashion Indonesia.


Dunia internasional mengenal industri fashion di Indonesia hanya sebatas industri tekstil. Padahal Indonesia memiliki banyak potensi dalam dunia fashion seperti penggunaan kain tradisional Indonesia yang telah menjadi warisan nusantara seperti kain batik, kain songket, tenun ikat, kain tapis, sulaman atau border, kain lurik, kain mote atau manik-manik dan masih banyak lainnya yang perlu dikenal dan dikagumi karena keunikan dalam teknik proses, motif desain, filosofi, serta nilai-nilai sakral yang terkandung melalui tradisi dan pakaian adat kebudayaan etnis Indonesia.

Terdapat lebih dari 1000 etnis Indonesia yang dalam kenyataan kekayaan seni kain yang berbasis budaya ini belum tersentuh pengembangannya. Dalam pengembangannya, warisan kain nusantara ini dapat dikembangkan menjadi dua yaitu yang bersifat tradisional dengan mempertahankan makna filosofis yang bersifat tradisi adat etnis daerah yang patut dilestarikan dan dilindungi serta pengembangan yang bersifat arus komoditas dengan menjadikan kain warisan nusantara menjadi salah satu komoditas potensial dunia yang menempatkan trend mode sebagai konsep pijakan utamanya dengan kreatifitas dan inovasi desainer yang mengembangkan simbol-simbol secara personal.

Saat ini, dunia fashion Indonesia masih berjalan sendiri-sendiri dimana seharusnya terintegrasi dari hulu ke hilir. Karena itulah gagasan untuk mengangkat fashion Indonesia baik busana konvensional maupun muslim ke dalam kategori fashion yang berbasis kepada etnik lokal diangkat oleh Komunitas Desainer Etnik Indonesia (KDEI) dengan tujuan fashion Indonesia dapat terbentuk dengan basis karakter budaya lokal yang mengglobal.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pameran busana etnik dengan tema Pesona Etnik Indonesia yang melibatkan 70 perancang etnik terkenal Indonesia yang tergabung dalam anggota KDEI. Pameran busana Pesona Etnik Indonesia akan diselenggarakan pada tanggal 8 Maret 2016 – 31 Maret 2016 di Cinere Bellevue Mall.

Ketua Komunitas Desainer Etnik Indonesia, H. Raizal Rais atau yang akrab dikenal dengan sebutan Buyung mengatakan bahwa kain nusantara merupakan identitas Indonesia di mata dunia. Keinginan para desainer etnik yakni untuk mengangkat budaya Indonesia yang memiliki kekayaan dan keragaman jenis tekstil atau kain yang melambangkan seni budaya bangsa kita. “Sudah seharusnya kita mengangkat budaya kita di ranah nasional dan internasional, sehingga kain nusantara dapat digunakan oleh siapapun baik tua maupun anak-anak muda Indonesia, kapan pun, dan di mana pun,” ujar Buyung.

“Saat ini para desainer yang tergabung dalam komunitas desainer etnik Indonesia banyak membuat busana dengan kreasi yang unik dengan aplikasi kain nusantara mulai dari motif batik, tenun, songket, dan lain-lain dengan menonjolkan keindahan corak mulai dari busana Coctail, gaun malam, busana mulsim, busana pengantin, hingga pakaian ready to wear untuk anak-anak muda,” tambahnya.

Saat ini, KDEI memiliki 85 anggota yang seluruhnya adalah perancang busana etnik Indonesia dari 15 provinsi di Indonesia. KDEI memiliki tujuan untuk mengangkat kain etnik Indonesia dan mengembangkan dunia fashion Indonesia yang berbasis budaya lokal, membangun kolaborasi antara pelaku, produsen kain tradisional dengan desainer tekstil dan fashion desainer, serta merangkul usaha kecil dan menengah (UKM) dalam pengembangan kain tradisional dengan karya baru yang mampu berperan dalam dunia fashion di era pasar global.

Melani Lowas Barak Rimba selaku Direktur Utama PT Megapolitan Developments Tbk yang mengembangkan pusat kuliner Cinere Bellevue Mall mengatakan bahwa perusahaan mendukung kegiatan KDEI dalam pengembangan warisan kain nusantara. “Sebagai pengusaha, kami mendukung kegiatan KDEI dalam upaya mengangkat kain etnik Indonesia sehingga budaya Indonesia dikenal bukan hanya di Indonesia tapi juga internasional”.

Melani juga mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh KDEI perlu didukung oleh seluruh pihak, baik pengusaha, pemerintah, maupun industri sektor swasta nasional lainnya sehingga warisan kain nusantara Indonesia semakin dikenal dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan dunia fashion internasional melirik kain etnik Indonesia untuk dijadikan salah satu koleksi adi busana mereka.

PT Megapolitan Developments Tbk merupakan salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia yang mengembangkan kawasan superblok Centro Cinere yang terdiri dari perumahan, apartemen, komersial, dan pusat perbelanjaan seperti Cinere Mall dan dan pusat kuliner Cinere Bellevue Mall. Selain Cinere, PT Megapolitan Developments Tbk juga mengembangkan kawasan superblok terpadu di Sentul, Bogor seluas 17 hektar dan apartemen The Habitat @Karawaci.

Setio Widodo, General Manager Cinere Bellevue Mall mengatakan penyelenggaraan pameran busana etnik merupakan penyelenggaraan yang pertama kalinya di pusat kuliner yang terbesar dan terletak di Cinere. “pameran ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di mall kami, sebelumnya kami juga pernah mengadakan pameran busana tetapi hanya pameran busana yang bersifat umum atau konvensional”, ujarnya.

Tujuan Cinere Bellevue Mall mengadakan pameran busana etnik ini tidak lain karena dukungan untuk mengangkat warisan kain nusantara “Kegiatan pameran busana Pesona Etnik Indonesia ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kami terhadap budaya dan warisan nusantara melalui batik, tenun ikat, dan songket dari berbagai provinsi di Indonesia. Sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia lebih mengenal lagi warisan nusantara, terlebih lokasi Cinere Bellevue Mall ada di selatan Jakarta dan Cinere yang karakter masyarakatnya suka dengan budaya dan kearifan lokal,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan pameran busana Pesona Etnik Indonesia dibuka pada Selasa, 8 Maret 2016 dengan diawali oleh fashion show busana tradisional daerah dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Betawi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Lombok, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Barat.

Pameran busana Pesona Etnik Indonesia menampilkan karya busana etnik dari perancang terkenal Indonesia antara lain Itang Yunasz, Ida Royani, Raizal Rais, Corrie Kastubi, Stephanus Hamy, Jadin C. Djamaluddin, Sonny Muchlison, Dimas Mahendra, Jenny Tjahyawati, Yoyo Prasetyo, Merry Pramono, Nieta Hidayani, Iva Lativah, Boyonz Ilyas, Cut Zunika, Oki Wong, Anggie Rachmat, Mahdaliah Makkulau, Nelisma Amin, Henny Adly, Reeanee, Ferry Daud, Torang Sitorus, Djoko Sasongko, Elok Re Napio, Ayok Dwipancara, Eriyani Yoesoef, Nina A’Zura, Yadirsyah Zunur, Novia Hertini, Ollyn Sulam Bukit Tinggi, Layla Hamzah, Nisa Hamzah, Agatha Aprilia, Irwansyah MEC’S, KEKE Marpaung, Itja Ahmad, Riana Kusuma,Yongki Batik Tradisional, Linda Sahab, Wahyu Setiawan, Andri Tanzil, Ferry Kuncoro, Raswan Tapis, Zen of Lombok, Madidi Style by Didi, Galeri Batik Jawa by Amanda Hashra, Rumah Betawi by Emma Damayanti, RN by Roosna Leily, Selaras by Ita, Ambar Collection by Retno Ambarsari, Tana Mera by Mike Safioen, LIGIADD7 by Eggy Ligia, Batik Qonita by Qonita Gholib, Ki Artik by Cinthya, Roemah Katumbiri by Dini Katumbiri, Ikat Indonesia by Didit Maulana, Batik Sekar Setaman by Catur Wijaya, Jamine Teas by Inez Mardiana, Ilham Bahari Songket Palembang bu Bilal. Baidho by Adhiyanti Yanto, Elfira Etnik Lampung by Yoeseof, Mikala Batik by Susi, Dara Birra by Humaira desainer by Ibu Aisyah Chan, MeLOOKmel by Melanie, MENDALAMI by Yuanita Sabrina, Aceh Moslem Etnik by Lisda, Lentera by Hj. Ratu Anita Aviah, SEKAR Purnama by Nelty, Batik Chic by Novita Yunus, Oh Boutique by Otty Panoedjoe, KASHA by Sjully Darsono.